Pembangkit Semangat Tenaga Suara dari Band Royal Blood
Beberapa bulan terakhir ini saya cukup sering mendengarkan lagu dari Royal Blood, band rock asal Inggris. Yang menarik, ternyata saya sudah pernah “tidak sengaja” mendengarkan mereka sejak lama, tepatnya dari salah satu film yang saya tonton saat masih di bangku sekolah, tanpa sadar bahwa musik di salah satu scene ikoniknya adalah milik mereka. Baru di tahun ini saya benar-benar tahu siapa band tersebut. Lagu yang dibawakannya sangat membuat saya bersemangat menjalani aktivitas seperti berlari, motoran, dan ketika belajar.
Adegan di Film “Who Am I”
Pertama kali saya mendengar lagu mereka adalah dari film Who Am I (judul aslinya “Who Am I – Kein System ist sicher”), film techno-thriller asal Jerman yang rilis tahun 2014. Saya menonton film ini sekitar tahun 2017, ketika masih di bangku sekolah, dan saat itu saya belum serius mencari tahu siapa band yang musiknya sedang dipakai. Siapa yang tidak setuju kalau scene ikonik beberapa hacker beraksi berlari di atas atap kota ini sangatlah keren? Ternyata scene itu diiringi lagu Royal Blood berjudul “Out of the Black”, yang memang merupakan single debut mereka yang dirilis di akhir tahun 2013.
Teman Berlari dari Playlist Spotify
Kesempatan berikutnya saya mendengar lagu Royal Blood adalah di awal tahun 2025, ketika saya mencoba untuk mulai rutin berlari. Dari playlist Spotify yang saya cari lewat Google dengan kata kunci “running playlist”, ada lagu Royal Blood berjudul “Little Monster” yang menurut saya sangat enerjik. Selama berlari diiringi lagu tersebut, rasanya pace saya jadi lebih stabil, dan tak jarang lagunya saya repeat terus-menerus ketika berlari.
Menonton Ulang Film “Who Am I” dan Kembali Teringat Lagunya
Pertengahan tahun 2026, setelah mengundurkan diri dari pekerjaan di bulan Juni, saya punya banyak waktu luang alias sedang menjadi pengangguran. Untuk mengisi waktu, saya mencoba mencari hiburan dengan menonton kembali film-film yang dulu pernah saya tonton dan menurut saya masih keren sampai saat ini. Salah satunya adalah film Who Am I. Begitu teringat lagi scene ikonik yang sebelumnya saya sebutkan, barulah saya benar-benar mencari tahu siapa band yang lagunya dipakai untuk soundtrack tersebut, dan ternyata band itu adalah Royal Blood. Dari sinilah awal mula saya mulai mencoba memutar hampir semua lagu milik Royal Blood.
Menemani Solo Riding
Semenjak saya tahu lebih banyak lagu dari Royal Blood, saya mulai sering memutarnya, bukan hanya saat berlari. Saya akhirnya juga memutarnya ketika naik motor sendirian, menggunakan intercom yang terpasang di helm. Apalagi intercom yang saya pakai adalah merk Cardo dengan speaker JBL, pasti suaranya sangat yahud. Naik motor jadi terasa sangat bersemangat dan lebih fokus, karena musik yang dibawakan sangat enerjik.
Melodi yang Membuat Ingin Belajar Gitar
Bahkan ada satu judul lagu yang membuat saya berkeinginan untuk bisa main gitar, karena melodinya sangat menyenangkan untuk didengar. Lagu itu adalah “Pull Me Through”, salah satu single dari album keempat mereka, “Back to the Water Below” (2023). Lagu ini terasa sedikit berbeda dari kebanyakan lagu Royal Blood yang menggelegar, karena dibuka dengan alunan piano yang lembut lalu membangun ke bagian chorus yang melodinya terasa menggema dan emosional. Melodi di bagian itulah yang menurut saya sangat menyenangkan untuk dicoba ikuti.
Plot Twist
Plot twist-nya adalah suara “gitar elektrik” yang selama ini saya dengar ternyata bukan berasal dari gitar sama sekali, melainkan dari gitar bass. Inilah keunikan dari band ini. Mike Kerr, penyanyi sekaligus pemain bass dan keyboardist, memiliki style yang sangat khas, yaitu memadukan suara bass dengan berbagai efek gitar dan amplifier sehingga satu bass-nya bisa berbunyi seperti gitar elektrik dan bass sekaligus. Karena itu Royal Blood hanya beranggotakan dua orang, Mike Kerr dan Ben Thatcher di drum, tanpa ada gitaris sama sekali.
Pendekatan ini ternyata berhasil membuat mereka besar. Debut album mereka yang rilis tahun 2014 menjadi debut rock Inggris dengan penjualan tercepat dalam tiga tahun pada masanya, dan mengantarkan mereka memenangi penghargaan Best British Group di Brit Awards 2015, yang trofinya diserahkan langsung oleh Jimmy Page. Hingga sekarang mereka sudah merilis lima album, dan album kelima yang berjudul “Dead Company” dijadwalkan rilis pada November 2026 mendatang.
Penutup
Menyenangkan rasanya bisa “bertemu kembali” dengan musik yang ternyata sudah menemani saya sejak lama tanpa saya sadari. Dari scene film yang saya tonton saat sekolah, sampai playlist lari dan perjalanan naik motor, Royal Blood selalu hadir dengan energi yang membuat saya bersemangat. Dan belajar bahwa suara yang saya kira gitar itu ternyata bass, membuat saya semakin kagum dengan cara mereka berkarya. Kalau kalian sedang butuh musik yang enerjik untuk menemani lari atau sekadar beraktivitas, saya sarankan untuk mencoba mendengarkan Royal Blood.
https://en.wikipedia.org/wiki/Royal_Blood_(band)
Ini adalah hari ke 8 dari 100 hari menulis.